Internalisasi Nilai Moderasi Islam Dalam Membentuk Moral Santri Milenial

(Studi Kasus di Pondok Pesantren Tebuireng Diwek Jombang)

  • Nur Kholidah Jauharoh Universitas Hasyim Asy'ari
  • Siti Rofi’ah Universitas Hasyim Asy'ari
Keywords: Internalisasi, Moderasi Islam, Moral Santri

Abstract

Pesantren merupakan lembaga pendidikan yang masih bertumbuh kembang dari semua perubahan. Manifestasi perkembangan pesantren yang dibawanya memiliki prinsip moderasi Islam dalam proses berkembangnya Indonesia. Seperti halnya internalisasi nilai-nilai moderasi Islam dalam membentuk moral santri di pondok pesantren Tebuireng Diwek Jombang, di mana pondok pesantren tersebut sangat menjunjung tinggi nilai toleransi atau tasammuh. Karena kita tahu bahwa di era milenial pada saat ini, sangat penting sekali menjaga nilai moral dalam menyelaraskan antara moral dengan kemajuan zaman, oleh karena itu nilai moderasi Islam harus tetap dipertahankan maupun diterapkan kepada setiap manusia dan terutama para santri. Seperti halnya menerapkan dan memberdayakan nilai moderasi dalam pondok pesantren untuk memegang teguh nilai-nilai tersebut, dikarenakan semakin menipisnya moral di era milenial.

Tujuan dari penelitian ini adalah : 1) untuk mendeskripsikan nilai moderasi Islam di Pondok Pesantren Tebuireng Jombang, 2) untuk mendeskripsikan pembentukan moral di Pondok Pesantren Tebuireng Jombang, 3) untuk mendeskripsikan proses internalisasi nilai moderasi Islam dalam membentuk moral santri milenial di Pondok Pesantren Tebuireng Jombang. Demikian juga diharapkan memberikan manfaat dalam pengembangan ilmu pengetahuan di bidang pendidikan Islam dan pembentukan moral baik di pendidikan formal maupun non formal seperti halnya pesantren.

Pendekatan dan jenis yang digunakan adalah pendekatan metode deskriptif kualitatif. Yang dimaksud dengan kualitatif deskriptif yakni mencari suatu gambaran atau menggambarkan pengamatan secara langsung melihat fenomena dan realitas. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, serta dokumentasi. Sedangkan analisis datanya reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan.

Adapun kesimpulan dari fokus masalah di atas : 1) maraknya pemahaman ekstrem yang muncul di Indonesia pada umat Islam khususnya kalangan santri. Dan mendorong para santri untuk  menanamkan dan mengaktualisasikan nilai moderat pada diri santri utamanya. Oleh karena itu, pondok pesantren Tebuireng menanamkan nilai moderasi Islam melalui lima nilai dasar santri yakni : ikhlas, jujur, kerja keras, tanggung jawab dan tasammuh/toleransi. Dari lima dasar tersebut pondok pesantren menerapkan tasammuh atau toleransi yang sangat penting dalam ajaran Islam dan kehidupan. 2) membentuk moral santri milenial merupakan suatu keharusan yang tidak boleh dilupakan, karena mendidik anak atau santri adalah suatu keharusan agar menjadi orang yang beradab dan bermoral, di mana kedudukan yang sangat penting pada saat ini adalah anak yang memiliki adab dan moral. 3) memperlihatkan bahwa proses internalisasi nilai moderasi Islam dalam membentuk moral santri milenial di Pondok Pesantren Tebuireng khususnya di Pondok Tebuireng Putra merupakan hal yang membutuhkan proses yang sangat panjang. Dalam proses ini yang sangat berperan adalah dirinya dan lingkungannya.

Published
2020-11-21
How to Cite
Jauharoh, N., & Rofi’ah, S. (2020). Internalisasi Nilai Moderasi Islam Dalam Membentuk Moral Santri Milenial. MUNAQASYAH : Jurnal Ilmu Pendidikan Dan Pembelajaran, 3(1), 1-14. Retrieved from http://ejournal.stib.ac.id/index.php?journal=mnq&page=article&op=view&path[]=87