Penguatan Nilai Pancasila di Tengah Disrupsi Moral Generasi

  • Hendro Juwono Sekolah Tinggi Islam Blambangan Banyuwangi
Keywords: Nilai Pancasila, Disrupsi Lingkungan

Abstract

Abstrak belakangan ini, konflik antara sesama warga Negara namun berbeda keyakinan terjadi, konflik tersebut viral di media sosial. Pertama perbuatan Warga di Bekasi membunyikan lagu menggunakan sound system saat warga beragama lain melakukan ibadah disalah satu bangunan. Kedua Pemerintah Kabupaten Mojokerto, Kecamatan Bangsal, Desa Ngastemi mengirimkan surat kepada salah satu warganya bernama Sumarmi tinggal di RT 03 Dusung Karangdami terkait larangan memasang segala bentuk salib di rumahnya dan larangan adanya kegiatan ibadah umat Kristen yang biasa digelar di kediaman Sumarni. Surat tersebut ditandatangani oleh Kepala Desa Ngastemi Mustadi dan berstempel basah kantor desa per 21 September 2020. Kejadian di Bekasi dan Mojokerto tersebut merupakan bagian dari disrupsi lingkungan, yaitu perubahan mendasar dari proses interaksi tahap transisi demokrasi lebih matang, sehingga diperlukan keputusan dan kebijakan sistematis-terstruktur dari para pemangku kepentingan demi mewujudkan Indonesia yang lebih demokratis dan berkeadaban. Metode penelitian dalam artikel menggunakan metode kualititatif dengan jenis pustaka. Hasil dari diskusi literasi artikel ini disimpulkan bahwa peran keluarga, lembaga pendidikan, lingkungan terhadap penguatan nilai-nilai pancasila sangat besar, utamanya diwaktu anak belum memasuki 6 tahu, hingga masa remaja, dan orang tua. Penguatan nilai pancasila sejak kecil hingga remaja menjadi modal hidup berinteraksi dengan lingkungan, sikab toleransi, tolong menolong, dan saling menghormati dengan sendiri terealisikan pada tuturkata, sikab, tingkahlaku, dan keputusan yang diambil.

Published
2020-10-21
How to Cite
Juwono, H. (2020). Penguatan Nilai Pancasila di Tengah Disrupsi Moral Generasi. MOMENTUM : Jurnal Sosial Dan Keagamaan, 9(2 October), 234-247. https://doi.org/10.29062/mmt.v9i2.97